Kamis, 10 Maret 2011

Model pembelajaran IDI

PENDAHULUAN

Model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode atau prosedur pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran :

1. Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik.

2. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai

3. Langkah-langkah mengajar yang duperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal.

4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.

Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misahwa sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas.

Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. Desain pembelajaran sebagai proses. merupakan pengembangan sistematis tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori belajar untuk menjamin mutu pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan bahan dan kegiatan pembelajaran, uji coba dan penilaian bahan, serta pelaksanaan kegiatan pembela.jarannya. Untuk memahami lebih jauh tentang teori dan aplikasi desain pembelajaran, pada bagian ini akan dipelajari tentang: Pengertian teori dan model; Teori dasar behavioris, kognitif, dan konstruktif; Model pembelajaran; Taksonomi Bloom; Perbaikan taksonomi Bloom;Model kondisi belajar Robert Gagne; serta Model pemrosesan informasi.

Kemampuan mengajar adalah kemampuan memilih, menata, mengemas serta menyajikan bahan ajaran dalam menyampaikan pesan-pesan kependidikan melalui bidang ilmu, teknologi dan/atau kesenian tertentu, sesuai dengan tuntutan kurikulum suatu program pendidikan (Kep Mendikbud RI nomor 013/U/1998 tentang program pembentukan kemampuan mengajar)

Kompetensi pedagogik yang harus dimiliki oleh guru yaitu kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik (UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen). Guru sebagai agen pembelajaran (learning agent) adalah peran guru antara lain sebagai fasilitator, motivator, pemacu, perekayasa pembelajaran, dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik

Pengembangan Instruksional terdiri atas :

n Upaya pemecahan masalah pengajaran

n Menggunakan pendekatan sistem

n Berdasarkan konsepsi teknologi instruksional yaitu suatu proses yang kompleks and terpadu dari komponen yang terlibat (peserta didik, pendidik, acuan, alat/sarana, organisasi) untuk mengelola usaha pemecahan masalah dalam situasi belajar yang bertujuan dan terkontrol

Model Pengembangan Instruksional terdiri atas :

n Merupakan cara sistematis dalam mengidentifikasi, mengembangkan dan mengevaluasi seperangkat materi dan strategi yang diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu

n Berbagai model dikembangkan seperti Briggs, Kemps, IDI dll

n A process model for patient education (Tyler Model)

Pada makalah ini akan di bahas salah satu jenis model desain pembelajaran dari perkembangan instruksional yaitu : IDI atau Intruksional Development Institute.

Tujuan

Tujuan dari pembahasan ini yaitu kita mampu mengetahui model pembelajran yang ada di dunia pendidikan. Pada model IDI ini merupakan penerapan model pembelajaran yang ada di Amerika. Setelah mengetahui sistem model desain pembelajaran IDI ini kita bisa mengaplikasinya dalam sistem belajar mengajar yang nantinya akan di laksanakan.

MODEL DESAIN PEMBELAJARAN IDI

(Instruksional Development Institute)

Model IDI

Pengembangan instruksional model ID (Instruksional Development Institute) merupakan suatu hasil konsorsium antar perguruan tinggi di Amerika Serikat yang dikenal dengan Uniiversity Consorsium Instructional Development and Technology (UCIDT).

Model IDI ini telah dikembangkan dan diuji-cobakan pada beberapa negara di Asia dan Eropa dan telah berhasil di 334 institusi pendidikan di Amerika. Sebagaimana halnya dengan model-model pengembangan instruksional lainnya, model ini juga menggunakan model pendekatan sistim yang meliputi tiga tahapan, yakni;

1) Pembatasan (define)

2) Pengembangan (develop)

3) Penilaian (evaluate)

1) Tahap pembatasan (define)

Identifikasi masalah, dimulai dengan analisis kebutuhan atau yang disebut need assesment. Pada dasarnya need assisment ini berusaha menemukan suatu perbedaan (descrypancy) antara apa yang ada dan apa yang idealnya (yang diinginkan). Karena banyaknya kebutuhan pengajaran, maka perlu diadakan prioritas mana yang didahulukan dan mana yang dikemudian.

2) Tahap Pengembangan

Identifikasi tujuan; tujuan instruksional yang hendak dicapai perlu diidentifikasikan terlebih dahulu, baik tujuan instruksional umum (TIU) dalam hal ini IDI menyebutkan dengan Terminal Objectives dan tujuan instruksional khusus (TIK) yang disebut Enabling Objectives. TIK adalah penjabaran yang lebih rinci dari TIU, maka TIK dianggap penting sekali dalam pengembangan instruksional, disamping itu TIK perlu karena;

a) Membantu siswa dan guru untuk memahami secara jelas apa-apa yang diharapkan sebagai hasil kegiatan instruksional;

b) TIK merupakan building blocks dari pengajaran yang diberikan

c) TIK merupakan penanda tingkah laku yang harus diperlihatkan oleh siswa sesuai dengan kegiatan instruksional yang diberikan.

Penentuan metode;

 Untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan perlu ditempuh suatu cara, dalam hal ini metode apa yang cocok digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkn tersebut.

 Bagaimanakah urutan isi/ bahan yang akan disajikan?

 Bentuk instruksional apakah yang dipilih sesuai dengan karakteristik siswa dalam situasi dan kondisinya? Apakah dipakai metode ceramah, diskusi, praktikum, karyawisata, tugas individual dan lain-lainnya

3) Tahap penilaian

Tes uji coba;

Setelah prototipa program instruksional tersebut disusun, maka langkah berikutnya harus diadakan uji-coba. Uji-coba ini dapat dilakukan pada sampel audien untuk menentukan kelemahan dan kebaikan serta efesiensi dan keefektifan suatu program yang dikembangkan.

Analisis hasil

Hasil uji coba yang dilakukan perlu dianalisis terutama yang berkenaan dengan;

 Apakah tujuan dapat dicapai, bila tidak atau belum semuanya, dimanakah letak kesalahannya?

 Apakah metode atau teknik yang dipakai sudah cocok denganpencapaian tujuan-tujuan tersebut, mengingat karakteristik siswa yang telah diidentivikasi?

 Apakah tidak ada kesalahan dalam pembuatan instrumen evaluasi?

 Apakah sudah dievaluasi hal-hal yang seharusnya perlu dievaluasi?

PENUTUP

Kesimpulan

Pengembangan instruksional model ID (Instruksional Development Institute) merupakan suatu hasil konsorsium antar perguruan tinggi di Amerika Serikat yang dikenal dengan Uniiversity Consorsium Instructional Development and Technology (UCIDT).

Langkah-langkahnya :
1. Pembatasan : Ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan : Karakteristik Siswa, Kondisi, Sumber-sumber yang relevan
2. Pengembangan : Tujuan yang hendak dicapai, TIK merupakan penjabaran yang lebih rinci dibandingkan dengan TIU. Ini karena TIK : Dapat memehami secara jelas, Building block dari pengajaran yang diberikan, sebagai penenda tingkah laku yang harus diperhatikan
. Tahap pengembangan terdiri atas :

a. perumusan tujuan instruksional

b. analisis tugas dan jenjang belajar

c. strategi instruksional

d. pemilihan dan penggunaan media

e. pengembangan prototipe
3. Penilaian.

a. uji coba prototipe

b. review dan revisi

c. implementasi

d. evaluasi

Saran

Sebaiknya kita mencoba sistem model pembelajaran IDI ini karena model pembelajaran ini telah di laksanakan di beberapa negara Amerika, Eropa dan Asia dan dapat menciptakan sistem belajar mengajar dengan baik. Pelaksanaan sistem model desain pembelajaran IDI akan bermanfaat Oleh guru untuk menciptakan suasana belajar yang PAKEM yaitu Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyanangkan.

Daftar Pustaka

Mr. Zuh. 2009. Pengertian desain pembelajaran (online). http://zuhairistain.blogspot.com/2009/04/pengertian-desain-pembelajaran_16.html

Idblog. 2011, Model-Model Desain pembelajaran http://mbegedut.blogspot.com/2011/01/model-model-desain-pembelajaran.html

0 hay...:

Poskan Komentar